-->

Halo !!! Saya Kang Ismet, ini adalah blog tentang AMP HTML dan cara penerapannya

LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR PERKEMBANGAN HEWAN II EMBRIOLOGI AYAM (PREPARAT UTUH/ WHOLE MOUNT)

LAPORAN PRAKTIKUM
STRUKTUR PERKEMBANGAN HEWAN II
EMBRIOLOGI AYAM (PREPARAT UTUH/ WHOLE MOUNT)




OLEH:
NAMA                       : ISNAINI FAUZIYAH
NIM                            : 08041181320022
KELOMPOK            : TUJUH
ASISTEN                   : RAHMAT PRATAMA


LABORATORIUM ZOOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDRALAYA
2014

BAB I
PENDAHULUAN

1.1   LATAR BELAKANG
Pengamatan terhadap perkembangan embrio ayam dimulai dari tingkat uniseluler sampai tingkat multiselular memiliki kemampuan untuk mempertahankan jenisnya. Hal itu dimaksudkan agar tetap dapat mempertahankan kelangsungan spesiesnya di muka bumi. Proses mempertahankan jenis itu dapat dikategorikan ke dalam proses reproduksi atau perkembangbiakan. Tiap jenis hewan memiliki cara reproduksi yang berbeda satu sama lain. Pada hewan avertebrata prosesnya kompleks dan melibatkan banyak organ reproduksi. Proses reproduksi didukung oleh sejumlah hormon reproduksi, sel kelamin, saluran reproduksi, dan sejumlah hormon reproduksi (Jasin, 1992).
Ayam pada waktu perkembangan embrionya dimulai dari zigot sampai menetas terjadi sekitar 19 sampai 21 hari. Pada waktu telur menetas, hanya dapat dilihat anak ayam baru menetas dan pecahan cangkang telur, sedangkan kuning telur dan albumin sudah habis terserap, bahkan beberapa hari sebelum menetas kantong kuning telur tempat menyimpan kuning telur telah ditarik kedalam tubuh. Untuk 1-3 hari pasca menetas, kantong kuning telur berfungsi sebagai bagian dari system pencernaan (Sukra, 2000).
Sel telur burung mengalami pembelahan meroblastik dimana pembelahan sel hanya terjadi dalam daerah kecil sitoplasma yang bebas kuning telur. Pembelahan awal menghasilkan tudung sel yang disebut sebagai blastodik yang berada di atas kuning telur yang terbagi itu. Blastomer kemudian memisah menjadi dua lapisan, yaitu lapisan atas dan lapisan bawah. Rongga diantara kedua lapisan ini adalah blastosoel versi unggas yaitu analog dengan blastosolvertebrata tanpa amnion (Jasin, 1992).
Tahap embrionik terdiri dari tahapan-tahap yang rumit. Adapun tahapan embrionik ini adalah ekivalen blastula pada unggas, meskipun bentuknya berbeda dari bola berlubang pada embrio awal katak. Pada unggas, jalur migrasi sel lapisan yang bagian atas berpindah ke arah garis tengah blastodiks, kemudian melepas dan memisah, lalu berpindah ke arah menuju kuning telur. Pergerakan ke tengah pada permukaan dan pergerakan sel ke arah dalam pada garis tengah blastodik menghasilkan lekukan yang disebut sebagai primitif streak ( Campbell, 2000).
telur yang berumur 24 jam terdapat opaca yang bagiann luarnya terpulas lebih tua dan penuh vitellus, pellucida terletak dibagian dalam, jernih dan bebas vitellus, yolk dan albumin. Telur yang berumur 48 jam terdapat yok, albumin dan pellucida yang berukura lebih besar daripada telur yang berumur 24 jam atau yang berumur selama satu hari. Pada telur yang berumur 3 hari atau 72 jam terdapat jantung yang berdenyut, saraf vena, yolk dan albumin. Sedangkan telur yang berumur 7 hari telah berbentuk optic lensa (mata) dan bulbus cordis menjadi paru-paru (Sukra, 2000). MAU UANG dengan BISNIS MUDAH? CLIK HERE
Telur yang dihasilkan dari berbagai hewan unggas walaupun sudah berhasil dibuahi, tetapi tetap memilki peluang untuk berkembang atau pada perkembangan awal masih memerlukan perlindungan, penyesuaian, dan makanan. Telur yang bercangkang seperti pada ayam merupakan suatu adaptasi terhadap lingkungan agar ia dapat bertahan dari tekanan luar. Telur sendiri terdiri atas sejumlah besar kuning telur (yolk) dan sedikit sitoplasma. Setelah fertilisasi dan masih dalam oviduk, telur dilapisi oleh lapisan-lapisan albumin encer yang tebal (putih telur) dan cangkangnya terbuat dari kalsium karbonat (Setiawan, 2002).
Embrio pada pengeraman selama  24 jam yang pada masa ini sedang mengalami pelipatan embrio ayam yang  dimulai dengan menonjolnya usus, dan  kepala ke dalam lipatan kepala. Pemisahan berlangsung dari cranial ke kaudal. Setelah dierami selama 24 jam, jisim embrional membagi diri menjadi tiga bagian. Di bagian cranial depan adal mula kepala mengangkat diri melewati permukaan atas cakram benih (Drews, 1996).

1.2  Tujuan praktikum
Untuk mempelajari perkembangan bentuk dan struktur embrio Ayam, dimulai dari umur 18 jam sampai 96 jam dalam pengeraman dan untuk mempelajari struktur atau organogenesis pada embrio ayam dimulai dari 24 jam sampai 72 jam pengeraman dan untuk mempelajari histogenesis awal dari beberapa organ
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Ayam merupakan hewan ovipar. Pembuahan terjadi di dalam tubuh induk dan telur dikeluarkan dari tubuh sudah terbungkus oleh cangkang yang sangat kuat untuk melindungi embrio di dalamnya. Setelah telur ibuahi sehingga menjelang menetas ternyata menunjukkan perubahan-perubahan berat embrio dan bentuk tubuhnya. Aves juga memiliki kemampuan untuk dapat berkembang menjadi individu baru, telur ayam perlu dierami. Perkembangan embrio pada saat masa pengeraman adalah yang paling mudah diamati (Adnan, 2010).
Gastrula ayam ditandai dengan adanya penebalan di daerah posterior blastoderm di area pellucida. Penebalan ini kemudian memanjang ke arah anterior sehingga membentuk parit dengan pematangan deisebut daerah primitif. Gastrula ayam memiliki epiblast, hioblast dan rongga erkhentreron. Tahap neurula ayam mirip dengan embrio katak yaitu melalui tahap keping neural, lipatan neural dan bumbung neural. Organogenesis merupakan proses lanjutan setelah terbentuk neurula. Proses ini meliputi pembentukan bakal organ dari lapisan ektoderm, mesoderm, dan endoderm. Perkembangan embrio ayam pada berbagai umur inkubasi merupakan media yang jelas untuk memperlihatkan organogenesis (Campbell, 2000).
Ayam betina memiliki sepasang ovari, hanya yang dextrum mengalami atrophis (mengecil dan tidak bekerja lagi). Dari ovari menujulur oviduk panjang berkelok-kelok, berlubang pada bagian cranial dengan suatu bentuk corong. Lubang oviduk itu disebut ostium abdominalis. Dinding oviduk selanjutnya tersusun atas musculus dan ephytelium yang bersifat glandular, yang memberi sekresi yang kelak membungkus telur, yakni albumen sebagai putih telur, membran tipis di sebelah luar albumen dan cangkok yang berbahan zat kapur yang disebut oleh kelenjar di sebelah caudal. Uterus sebenarnya belum ada. Fertilisasi terjadi di dalam tubuh dengan jalan melakukan kopulasi (Jasin, 1992).
Cakram benih pada telur yang belum dierami, sudah terdiri dari dua lapisan sel yang dibentuk selama perlintasan telur melalui saluran telur. Karena lapisan-lapisan sel ini tidak identik dengan lembaran-lembaran benih definitif, maka lapisan epitel sebelah atas disebut epiblas dan lapisan sebelah bawah disebut hipoblas. Ikatan sel dalam hipoblas bersifat renggang. Dari epiblas bermigrasi sel-sel lepas dan bergabung dengan hipoblas (sel-sel tetes). Proses ini sesuai dengan pembentukan mesoderm primer pada bulu babi atau terjadinya sel-sel botol pada wal gastrulasi. Hipoblas sendiri selalu membatasi diri terhadap suatu rongga rongga subgerminal dan kuning telur dengan selapis sel gepeng yang dikenal sebagai entoderm primer. Entoderm priner terbentuk didalam pernatang benih yang merapat dalam bentuk arit pada kutub kaudal cakram benih (Drews, 1996).
Bagian dari kuning telur yaitu kantung chorion, dimana membran ekstra embrio yang paling luar dan yang berbatasan dengan cangkang atau jaringan induk, merupakan tempat pertukaran antara embrio dan lingkungan diseitarnya adalah chorion atau serosa. Kantung allantois, dimana kantung ini merupakan suatu kantung yang terbentuk sebagai hasil evaginasi bagian ventral usus belakang pada tahap awal perkembangan. Fungsi kantung ini sebagai tempat penampungan dan penyimpanan urin dan sebagai organ pertukaran gas antara embrio dengan lingkungan luarnya (Sukra, 2000).
Lapisan penyusun kantung allantois sama dengan kantung yolk, yaitu splanknopleura yang terdiri atas endoderm di dalam dan mesoderm splank di luar. Kantung amnion, kantung ini adalah suatu membran tipis yang berasal dari somatoplura berbentuk suatu kantung yang menyelubungi embrio yang berisi cairan. Dimana kantung ini berfungsi sebagai pelindung embrio terhadap kekeringan, penawar goncangan, pengaturan suhu intrauterus, dan anti adhesi (Adnan, 2010)
Asal mulanya bagian  kepala mengangkat diri melewati permukaan atas cakram benih. Pada bagian tengah organ-organ aksial primer, yakni bumbung saraf, korda, somit-somit dan lempeng-lempang samping membatasi diri, mulai dari cranial terus ke kaudal. Tembereng-tembereng somit berbayang lewat ectoderm. Pada bagian kaudal masih terdapat garis sederhana. Bahan untuk lembaran-lembaran benih belum terpisah-pisah sebagai penyesuaian kepada besarnya telur, ayam hanya memilki satu indung telur, ayam hanya memilki sati indung telur aktif disebelah kiri, indung telur kanan sudah sejak masa embrional mengalami regresi. Pembuahan telur terjadi didalam saluran telur sesudah ovulasi. Putih telur dan kulit kapur kemudian dibentuk selama perpindahan melelui saluran telur telur (Sudiro, 1995). MAU UANG dengan BISNIS MUDAH? CLIK HERE
Bagian posterior bumbung neural masih berupa keeping yang disebut sinus rhomboidalis. Porta usus depan sudah lebih ke posterior.Pada preparat awetan embrio ayam yang berumur 35 jam terdapat diencephalons dengan epiphyse sebagai penonjolan atapnya vesicular optica yang disebut lateral diencephalons, mesencephalon yang mengalami penyempitan, bulbus cordis, jantung berupa gelembung terletak disebelah sinister pada fasies ventralis, spinal cot, somit yang berjumlah 16 buah dan ekor. Perkembangan sel mesoderm dari masa mesoderm somit sampai deferensiasi somit. Perkembangan sel entoderm dari enteron sampai terbentuknya organ entoder(Campbell, 2004).
Prinsipnya semua jenis telur mempunyai struktur yang sama. Telur terdiri dari enam bagian yaitu kerabang telur atau kulit luar (shell), selaput kerabang (membran shell), putih telur (albumen), kuning telur (yolk), tali kuning telur (chalaza) dan sel benih (germ disk). Masing-masing bagian memiliki fungsi khas. Kerabang telur berfungsi sebagai pelindung embrio dari gangguan luar yang tidak menguntungkan. Kerabang juga berfungsi melindungi putih telur dan kuning telur agar tidak keluar dan terkontaminasi dari zat-zat yang tidak diinginkan. Kerabang telur memiliki pori-pori sebagai media lalu lintas gas oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2) selama proses penetasan (Sukra, 2000). MAU UANG dengan BISNIS MUDAH? CLIK HERE
Oksigen diperlukan embrio untuk proses pernafasan dan perkembangannya. Putih telur merupakan tempat penyimpanan air dan zat makanan di dalam telur yang digunakan untuk pertumbuhan embrio. Kuning telur merupakan bagian telur yang bulat bentuknya, berwarna kuning sampai jingga dan terdapat di tengah-tengah telur. Kuning telur mengandung zat lemak yang penting bagi pertumbuhan embrio. Di dalam kuning telur terdapat sel benih yang menjadi unsur utama embrio unggas. Pada bagian ujung yang tumpul dari telur terdapat rongga udara (Adnan, 2010).
Beberapa penyebab kematian embrio didalam telur pada umur dua minggu masa penetasan dapat disebabkan oleh Induk terserang penyakit, formulasi pakan induk kurang benar, sehingga metabolisme dan perkembangan embrio. Sebelum diinkubasi telur tidak diangin-anginkan.  Suhu didalam mesin tetas terlalu tinggi atau terlalu rendah. Padamnya sumber pemanasTelur didalam mesin tetas tidak diputar, Kandungan CO2 yang terlalu tinggi, dan Telur disimpan pada suhu di atas 30°C.Telur berumur lebih dari 5 hari (Campbell. 2004).
BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1. Waktu dan Tempat
                 Praktikum ini dilaksanakan pada hari Jum’at, tanggal 27 Agustus 2014, pukul 13.20 sampai dengan 16.30 WIB. Bertempat di Laboratorium Fisiologi Hewan, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Indralaya.

3.2. Alat dan Bahan
                 Alat yang digunakan yaitu baskom air, gunting, mesin pengeram, mikroskop, dan scalpel. Sedangkan bahan yang dibutuhkan yaitu telur ayam (Gallus gallus) yang berumur 24 jam, 33 jam, 48 jam, dan 72 jam. MAU UANG dengan BISNIS MUDAH? CLIK HERE

3.3. Cara Kerja
                 Telur yang telah dibuahi dipilih dengan cara meneropomg telur dengan alat peneropong. Bila telur itu dibuahi, tampak ada selaput gelap yang terapung-apung. Dimasukkkan ke dalam mesin pengeraman pada temperatur 40o C, misalkan dikehendaki umur 18 jam, 24 jam, 72 jam, dan 96 jam. Pada umur yang dikehendaki itu ambillah dari mesin pengeram, diteropong lagi tampak ada selaput menjadi tebal, kemudian tandailah MAU UANG dengan BISNIS MUDAH? CLIK HERE dengan melingkari tempat selaput tadi dengan pensil (jangan dibalik setelah dilingkari, lingkaran selalu di atas). Disiapkan larutan garam fisiologis (0,9 %) yang hangat (temperatur 40o C). Kemudian telur dimasukkan dalam larutan fisiologis, ruang udara ditusuk terlebih dahulu, telur harus tenggelam. Digunting menurut hasil lingkaran pensil kemudian kulit telur dibuka akan kelihatan embrio di dalamnya. Diperhatikan bentuk embrio, daerah-daerah blastoderm, pembuluh-pembuluh dara, denyut jantung, organisasi embrio, dibandingkan perkembangan embrio dari umur 18 jam sampai 96 jam.