-->

Halo !!! Saya Kang Ismet, ini adalah blog tentang AMP HTML dan cara penerapannya

MAKALAH 60 JENIS BURUNG BERDASARKAN TIPE PARUH DAN MAKANANNYA

KATA PENGANTAR


Puji syukur kehadirat Allah SWT. Yang telah memberikan nikmat karunia-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah Taksonomi Hewan tentang “Tipe Paruh dan Jenis-Jenis Burung Berdasarkan Perbedaan Jenis Makanannya” ini tepat pada waktunya. Dalam penyusunan tugas makalah ini, kami banyak mengalami kesulitan, namun berkat kerja keras saya dapat menyelesaikannya. Tidak lupa saya ucapkan banyak terima kasih kepada dosen pengasuh saya Dr.Effendi Parlindungan sagala, M.Si,  yang telah mengajar mata kuliah Taksonomi Hewan. Adapun Tugas Makalah ini dibuat atas keperluan memenuhi tugas sebagai syarat UAS.
Dalam penyusunan Tugas makalah ini, tentunya masih terdapat kekeliruan dan kekurangan. Oleh karena itu, besar harapan saya kepada dosen dapat memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun, agar penyusunan karya ilmiah selanjutnya lebih baik lagi, untuk saya mengucapkan terima kasih.

Indralaya, 02 Februari 2015
Isnaini Fauziyah           

DAFTAR ISI



KATA PENGANTAR................................................................................................................2
DAFTAR ISI..................................................................................................................3
I  PENDAHULUAN.....................................................................................................4
1.1    Latar Belakang.............................................................................................4
1.2    Rumusan Masalah........................................................................................4
1.3    Tujuan..........................................................................................................4
II  PEMBAHASAN.......................................................................................................5
            2.1 Jenis-jenis burung pemakan serangga...........................................................5
            2.2 jenis Burung Pemakan Biji............................................................................8
            2.3 Jenis burung pemakan Buah........................................................................11
            2.4 jenis burung pemakan Nektar......................................................................15
2.3 Jenis burung migrasi dan tipe-tipe paruhnya...............................................18
III PENUTUP..............................................................................................................21
3.1  Kesimpulan.................................................................................................21
3.2  Saran...........................................................................................................21
IV DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................22


BAB 1

PENDAHULUAN



1.1         Latar Belakang
Burung atau sejenis unggas adalah makhluk hidup yang tinggal di Bumi dan memiliki banyak jenis. Sebagai makhluk hidup, burung atau unggas harus mencari makanan untuk berlangsungnya kehidupan, tanpa makanan burung atau makhluk hidup lainnya pasti akan mati. Selain daripada itu yang tidak kalah penting yaitu cara makhluk hidup tersebut mempertahankan diri dari musuh atau mangsanya, tidak terkecuali burung. Agar burung tetap bisa bertahan hidup maka burung tersebut harus bisa mencari makannannya sendiri, inilah peranan pentingnya paruh dan kaki burung. Jenis paruh dan kaki burung juga dapat membedakan jenis makanan yang dimakan oleh burung tersebut, seperti ada yang memakan biji-bijian, ikan, madu, daging dan lain-lain.
Bentuk paruh dan kaki pada Burung beranekaragam disesuaikan dengan jenis makanan dan cara memperoleh makanan tersebut. Dengan melihat paruh ataupun kakinya, kita dapat mengatakan banyak hal mengenai burung.  Misalnya petunjuk tentang apa jenis makanannya maupun tempat tinggalnya.

1.2  Rumusan Masalah
1.2.1        Apa saja Jenis-Jenis Burung Pemakan Serangga?
1.2.2        Apa Saja Jenis-Jenis Burung Pemakan Biji?
1.2.3    Apa Saja Jenis-Jenis Burung Migrasi dan Tipe Paruhnya?
1.2.4    Apa Saja Jenis-Jenis Burung Pemakan Buah?
1.2.5    Apa saja Jenis-Jenis Burung Pemakan Nektar?

1.3  Tujuan
1.3.1        Untuk Mengetahui Jenis-Jenis Burung Pemakan Serangga.
1.3.2    Untuk Mengetahui Jenis-Jenis Burung Pemakan Biji.
1.3.3    Untuk Mengetahui Jenis-Jenis Migrasi Dan Tipe Paruhnya.
1.3.4    Untuk Mengetahui Jenis-Jenis Burung Pemakan Buah
1.3.4    Untuk Mengetahui Jenis-Jenis Burung Pemakan Nektar


BAB II 

 PEMBAHASAN


2.1  Jenis-Jenis Burung Pemakan Serangga
Bentuk paruh burung ini pada umumnya agak panjang dan sedikit runcing. Bentuk paruh itu memudahkan burung menangkap serangga sekalipun serangga tersebut berada di celah yang  sempit.

1.      Burung Pelatuk (Picus viridis)
Makanan burung pelatuk ialah serangga-serangga yang ada di balik kulit pohon, di dalam lubang pohon, atau dalam batang pohon yang sudah lapuk. Agar mendapatkan makanannya, burung pelatuk merobek atau melubangi kayu atau pohon. Oleh sebab itu, burung pelatuk mempunyai paruh yang kuat dan runcing.

2.      Burung Cabak (Caprimulgidae)
Burung Cabak merupakan burung yang beraktivtas pada malam hari atau bersifat nokturnal. Burung cabak mempunyai bentuk kaki yang pendek, penglihatan yang sangat tajam, dan rentangan sayap yang cukup lebar. Serangga-serangga nan menjadi target empuk jelek cabak ialah serangga-serangga yang bisa terbang seperti laron, kunang-kunang, kupu-kupu, belalang, dan lain-lain.
3.      Burung Cabak India (Caprimulgus indicus)
Burung Cabak India masih satu marga dengan burung cabak. Burung cabak India banyak ditemukan di daerah-daerah di Pulau Jawa. Burung cabak India umumnya berwarna keabu-abuan, dengan rona kerah merah coklat pada bagian tengkuknya. Habitat burung cabak India ialah di hutan-hutan yang lebat atau di semak-semak belukar. Karena bersifat nokturnal, burung cabak India lebih banyak menghabiskan waktu siangnya buat beristirahat atau bertengger di atas dahan pohon.

4.      Burung Cabak Maling (Caprimulgus macrurus)
Burung cabak maling berukuran lebih besar daripada burung cabak India, yaitu sekitar 30 cm. Burung cabak maling banyak ditemukan di hutan-hutan di Pulau Jawa. Pada siang hari, burung cabak maling lebih suka beristirahat dan tidur di tepi hutan, atau berteduh di bawah pohon.
5.      Burung Pelatuk Besi (Dinopium javanense)
Burung ini biasa mencari makan dengan cara melubangi pohon untuk mencari larva atau serangga yang ada di dalam batang pohon, dan sarang semut. Burung ini biasa dan sering ditemukan di hutan yang lebat. Burung ini juga bersarang di lubang pohon dengan terlebih dahulu melubangi pohon tersebut. Burungini biasa bertelur 23 butir tiap sarang.

6.      Burung Murai Gila (Rhipinura javanica)
Burung ini biasa terlihat di daerah aliran air dan perkebunan. Burung ini memakan serangga kecil. Burung ini biasa bersarang di pohon yang tinggi dan senang membuat sarang di cabang pohon yang kecil. Burung ini membangun sarangnya dengan rumput yang melekatkannya di cabang pohon. Burung ini bertelur 2 3 butir tiap sarangnya.

7.      Burung Cipoh Kacat (Aegithina tiphia)
Burung ini biasa ditemukan di pohon yang rimbun sedang mencari makannan seperti ulat dan serangga. Burung ini biasa mencari makan secara berkelompok dengan jumlah 3-5 ekor. Burung ini biasa bersarang di pohon yang rimbun dengan jumlah telur 2-3 butir. Burung ini merawat anaknya sampai bisa mencari makan sendiri.
8.      Burung Robin (Leiothrix lutea)
Burung robin sangat peka sekali dengan perubahan cuaca pada lingkungan sekitarnya. Robin menyukai tempat yang teduh serta sejuk. Sesuai dengan habitat aslinya di hutan yang lebat. Burung robin di habitat aslinya memakan serangga kecil, seperti jangkrik, belalang serta ulat. Untuk jangkrik cukup diberi 2 ekor saja setiap hari. Di hutan burung ini sering kali ditemukan hedup secara berkelompok dengan jumlah antara 10 hingga 30 ekor.
9.      Burung Ciu Besar (Pteruthius flaviscapis)
Burung ini merupakan jenis burung pemakan serangga kecil seperti kumbang, belalang, jangkrik, laba-laba dan juga ulat. Dengan cara menyelinap diantara ranting-ranting kecil. Ciu besar memiliki tubuh berukuran relatif kecil sekitar 13 cm. Ciu besar jantan memiliki kepala berwarna hitam. Mantel dan punggungnya berwarna abu-abu. Pada ekornya berwarna hitam. Sayap hitam dengan ujung bulu primer berwarna putih.  Sedangkan Ciu besar betina, warna tubuhnya lebih buram dan kusam. Pada kepala berwarna hijau-zaitun. Warna ujung sayap kusam dan kaki berwarna putih.

10.  Burung Paok Sayap Biru (Pitta moluccensis)
Burung Paok sayap-biru memiliki ukuran tubuh sedang sekitar 18cm, bertubuh gemuk dan berwarna-warni. Dadanya berwarna merah karat, alisnya coklat pucat dan punggungnya berwarna hijau. Warna pada sayap biru terang dengan bercak putih dan hitam. Kebanyakan Paok sayap-biru memakan serangga, cacing dan siput dengan cara memburu dari atas dahan pohon yang tidak jauh dari permukaan tanah.
2.2   Jenis-Jenis Burung Pemakan Biji
Karakteristik paruh buurng pemakan biji-bijian diantaranya yaitu berukuran pendek, tebal, runcing, dan tajam. Bentuk paruh seperti ini berfungsi untuk membantu burung mengambil dan memecah biji-bijian dari pepohonan.

1.        Burung Gelatik Jawa (Padda oryzivora)
Burung ini sekarang ini mulai jarang ditemui karen perburuan manusia yang berlebihan serta kerusakan lingkungan yang terlalu parah. Burung ini sering dipelihara sebagai burung hias. Burung ini biasa bersarang di lubang pohon atau lubang-lubang di daerah bertebing . Burung ini biasa bertelur 2-4 butir tiap sarang.

2.        Burung Pipit Peking (Lonchura punctulata)
Burung ini sering ditemui di daerah persawahan terutama pada saat panen padi. Burung ini hidup secara berkelompok tetapi pada saat musim kawin tiba burung ini akan bersama pasangannya dan membuat sarang dan menetasakan telurnya yang umumnya berjumlah 4-6 butir tiap sarang. Sarang burung ini gampang ditemui di lingkungan kita, bentuknya lingkaran dengan satu lubang keluar masuk.

3.        Burung Pipit Dada Putih (Lonchura leucogastroides)
Burung biasa ditemui di daerah sawah untuk makan dan bila tidak sedang makan burung ini lebih banyak menghabiskan waktunya bertengger di tempat yang teduh seperti aliran air. Burung inin biasa bersarang di pohon yang rimbun seperti cemara, mangga yang habis ditebang dan tumbuh dahan baru. Burung ini memiliki keunikan yaitu sarangnya bagian luarnya terdiri dari rumput kering atau sampah kering sedangkan bagi dalamnya di susun dengan ijuk. Burung ini bertelur 3-5 butir tiap sarang.

4.        Burung Pipit Bondol (Lonchura maja)
Burung ini memiliki ciri khas yaitu bulu kepal putih sehingga membuatnya terluaht sangat cantik. Burung ini biasa ditemui di sawah, dan ladang. Burung ini biasa bertelur 3-4 butir tiap sarang. Bentuk sarang burung ini sama denagn burung pipit peking. Burung ini di daerah -darah tertentu mengalami penurunan populasi karena kerusakan habitat. Burung jantan pada saat tertentu mengeluarkan suara seperti burung yang sedang ngeriwik dengan volume rendah.

5.        Burung Tekukur (Streptopelia chinensis)
Tekukur merupakan jenis burung pemakan biji-bijian. Memiliki tubuh berukuran sedang dengan bulu berwarna cokelat kemerahmudaan. Tekukur memiliki ekor yang panjang. Sayapnya memiliki warna yang lebih gelap daripada bulu tubuh. Pada bagian leher terdapat bercak-bercak putih hitam yang khas. Tekukur mencari makan berupa biji-bijian di permukaan tanah.

6.        Burung Merpati (Columba livia)
Merpati memiliki karakter tubuh yang gempal dan berleher pendek. Merpati memiliki paruh yang berukuran pendek dan ramping. Di alam bebas, merpati membangun sangkarnya dengan merangkai ranting-ranting dan bagian tanaman lainnya. Sangkar tersebut diletakkan di atas pepohonan atau di tanah.

7.        Burung Perkutut (Geopelia striata)
Burung Perkutut Jawa merupakan jenis burung yang memiliki ukuran kecil, bulunya berwarna abu-abu dan banyak di jadikan burung peliharaan dengan alasan suaranya indah dan merdu. Biasanya perkutut hidup serta melacak makan dengan cara berpasangan atau dlm grup kecil. Burung-burung ini umumnya makan diatas permukaan tanah. Wujud sarang agak datar serta tidak tebal dan sarang biasanya ditempatkan pd pohon atau semak yang tak terlampau tinggi dari permukaan tanah.

8.        Burung Kenari (Serinus canaria)
Burung ini mempunyai kelompok bulu yang tebal dan mempunyai bentuk yang serba “bulat”. Dengan dada bidang, punggung pendek lebar, sayap pendek dan ekor pendek, serta paruh juga pendek. Banyak dan burung ini yang memiliki warna hijau yang menanik sekali. Mata burung kenari jantan sejajar dengan paruh, sedangkan mata kenari betina di atas paruhnya.

9.        Burung Parkit (Melopsittacus undulatus)
Burung parkit adalah burung kecil dari keluarga burung nuri (parrot). Mereka sangat cerdas dan merupakan burung sosial (jauh lebih nyaman berada dalam kawanan besar). Burung parkit liar memiliki bulu hijau diselingi campuran kuning dan hitam. Makanan burung parkit bervariasi antara biji-bijian, buah dan sayuran. Biji-bijian yang baik dan disukai burung parkit adalah jewawut, millet merah, dan millet putih.

10.    Burung Bondol Hijau Binglis (Erythrura prasina)
Burung yang panjangnya sekitar 15 cm ini memiliki bulu berwarna-warni, terutama burung jantan. Tubuh bagian atas berwarna hijau, dengan muka berwarna biru terang. Sedangkan  tubuh bagian bawah berwarna kuning tua, dengan perut berwarna merah cerah. Tunggir dan perpanjangan ekor juga berwarna merah. Burung bondol hijau binglis hidup dalam kelompok (koloni) kecil, yang berbaur dengan jenis-jenis burung bondol (pipit) yang lain. Mereka mencari makanan di persawahan padi, dan sering tinggal dalam rumpun bambu di dataran rendah dan perbukitan.

2.3   Jenis-Jenis Burung Migrasi dan Tipe Paruhnya
1.        Burung Jenjang (Balearica pavonina)
Beberapa spesies burung jenjang merupakan burung migran ke tempat yang sangat jauh, sedangkan beberapa spesies yang hidup di iklim panas bukan merupakan burung migran. Burung jenjang hidup berkelompok dan jika jumlahnya cukup dapat membentuk kawanan yang besar. Habitat di sawahdanaurawalahan basah dan padang rumput. Burung  jenjang merupakan burung pemangsa yang memakan apa saja, tapi makanan bisa berubah bergantung pada musim.

2.        Tachymarptis melba
Jenis burung ini mampu bertahan di udara dalam keadaan terbang selama 200 hari non-stop (lebih kurang selama 6 bulan), dan diperkirakan jenis burung ini makan dari Aerial Plankton atau serangga yang terbawa oleh angin untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Burung jenis ini bermigrasi dari Mediterania ke Asia Barat lalu ke India kemudian ke Afrika Timur dan Selatan.

3.         Pluvialis fulva
Pluvialis fulva (Pacific Golden Plover) oleh Wally Johnson di Wader Study Group Bulletin, mengklaim kecepatan mencapai 90-96 km/jam (56-60 mil/jam) dari Samoa Amerika di pasifik menuju Jepang kemudian Alaska menempuh jarak sekitar 16.000-24.000 km (9.900-14,900 mil).

4.         Sterna paradisaea
  Jenis burung yang menempuh jarak paling jauh dari semua jenis burung bahkan seluruh binatang dalam rentang umur waktunya. Perkiraan kasar jarak yang ditempuhnya yaitu rata-rata 50.000 mil (80.000 km) dalam setahun, dimana sekitar 70.900 km (44,300 mil) untuk yang bersarang di Greenland dan Iceland dan 90,000 km (55.900 mil) untuk yang bersarang di Belanda. Sementara itu, para ahli menghitung jarak antara bumi dan bulan, didapatkan hasil 384.400 km, sementara rata2 umur hidup hewan ini adalah 30 tahun, dan selama umurnya tersebut dengan hitungan kasar, maka burung tersebut mampu bolak balik bumi dan bulan sebanyak 3 kali seumur hidupnya.

5.         Puffinus griseus
Puffinus griseus dengan panjang tubuh 40–51 cm dengan rentang sayap 94–110 cm, dan sanggup menyelam 68 m untuk memakan ikan dalam migrasinya. Burung ini menempuh jarak 64.037 km (38.809 mil) dengan kecepatan per harinya 540-910km/hari menyeberangi samudera pasifik (www.ncbi.nlm.nih.gov). Tidak diketahui pasti kenapa burung sanggup migrasi dalam jarak yang jauh dan tidak tersesat seperti penerbangan yang dilakukan oleh Puffinus griseus secara individual, hipotesa mengatakan burung memiliki magnetite pada hidungnya sehingga membantunya menggunakan magnet bumi untuk navigasi. 

6.         Gallinago media
(Gallinago gallinago) merupakan burung peranduk gempal kecil asal di Dunia Lama. Habitat pembiakan adalah di paya, paya gambut, tundra dan padang rumput lembab sepanjang Eropah utara dan utara Asia. Ia merupakan burung berhijrah, dengan burung Eropah menghabiskan musim sejuk di selatan dan barat Eropah dan Afrika (selatan ke Khatulistiwa), da penghijrah Asia bergerak ke Asia Tenggara tropika.

7.         Limosa lapponica
Biru-laut ekor-blorok (Limosa lapponica) adalah spesies burung dari keluarga Scolopacidae, dari genus Limosa. Burung ini merupakan jenis burung pemakan kepiting, cacing, moluska yang memiliki habitat di perairan pasang surut, muara, beting pasir, perairan dangkal. Biru-laut ekor-blorok memiliki tubuh berukuran besar (37 cm). Kaki panjang, paruh sedikit melengkung keatas. Tubuh bagian atas berbintik abu-abu dan coklat. Alis putih jelas. Pada dada sedikit abu-abu. Ciri khas: garis sayap sempit warna pucat, garis-garis coklat sempit di atas tunggir, ekor putih. Iris coklat, pangkal paruh merah jambu, ujung paruh hitam, kaki hijau gelap atau abu-abu.

8.         Catharus ustulatus
setengah belahan otak tertidur setengahnya lagi berfungsi, begitu juga dengan satu mata terbuka satu lagi tertutup, hal ini dilakukan untuk mengatasi kekurangan tidur. Akan tetapi, sebuah hipotesis baru dikeluarkannya dalam penelitiannya yang terbaru dengan 'Electroencephalogram', bahwa jenis burung ini mengalami yang namanya 'Micro Nap', atau tertidur dalam masa yang singkat, sekitar 1 menit. Kesimpulannya adalah, burung mengalami masa tidak tidur secara musiman, dimana sebelumnya akan mengalami 'Nocturnal Restlessness', yaitu fase persiapan dimana susah beristirahat.

9.         Setophaga striata
Blackpoll Warbler, menggemukkan badannya lebih dari 2 kali lipat dari ukuran normalnya beberapa minggu sebelum proses migrasi. Jenis burung ini melakukannya ketika hendak menempuh 3.700 km (2.300 mil) selama 86 jam non stop, dari Amerika Utara ke Barat Laut Amerika Selatan. Burung ini memiliki berat mencapai 9.7-21 g dan panjang 12.5-15 cm dengan kepakan sayap mencecah 20-25 cm.

10.     Selasphorus rufus
Rufous Hummingbird merupakan burung terkecil yang bermigrasi paling jauh dari semua spesies hummingbird yang ada, dengan ukuran yang tidak berbeda jauh dengan Archilochus colubris yaitu, berat 2–5 g, panjang 7–9 cm serta kepakan sayap mencapai 11 cm. Satu perjalanan berangkat saja mereka menempuh jarak 3.219-4828 km (2000-3000 mil) melewati Rocky Mountain dengan catatan terjauh 6276 km (3,900 mil). Mereka berkembangbiak di Alaska dan juga menjalani musim dingin di Meksiko (Guerero). Pada musim semi, burung ini terbang menuju bagian utara pasifik, sedangkan pada musim gugur mereka terbang menuju ke selatan melewati lebih banyak daerah pegunungan.

2.4  Jenis-Jenis Burung Pemakan Buah
1.   Walik Jambu
Walik Jambu memiliki nama latin Ptilinopus Jambu yang termasuk dalam jenis  merpati yang memiliki warna yang indah. Daerah penyebaran Walik Jambu meliputi negara di daerah Asia Tenggara  seperti wilayah selatan, Indonesia terutama  di pulau Kalimantan, Jawa, dan Sumatra.
Walik Jambu berukuran sedang  sekitar 28 cm. Berwarna hijau, merah tua, dan putih. Burung ini memakan buah-buahan kecil langsung dari pohon dan terkadang buah-buahan yang jatuh langsung dari pohon.

2.   Cucak Kutilang
Berukuran  sedang (20 cm.), bertopi hitam dengan tunggir keputih-putihan dan tungging jingga-kuning. Dagu dan kepala atas hitam. Kerah, tunggir, dada dan perut putih. Sayap hitam, Ekor coklat. Tersebar di China Selatan, Asia Tenggara (kecuali Malaysia), Jawa dan Bali. Juga dapat ditemui di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua sebagai burung feral karena proses introduksi. Mudah dijumpai di hampir semua tipe habitat, termasuk permukiman, tempat-tempat terbuka, tepi jalan, kebun, pekarangan, semak belukar dan hutan sekunder sampai ketinggian 1600 mdpl. Hidup berkelompok, baik dengan sejenis, maupun dengan jenis burung lain. Memakan serangga dan buah-buahan lunak.

3.    Merbah Cerukcuk
Sedang (20 cm), berwarna coklat dan putih dengan tunggir kuning khas. Mahkota coklat gelap, alis putih, kekang hitam. Tubuh bagian atas coklat. Tenggorokan, dada dan perut putih dengan coretan coklat pucat pada sisi lambung. Iris coklat, paruh hitam, kaki abu-abu merah jambu. Menyukai habitat terbuka, tumbuhan sekunder, tepi jalan dan kebun sampai ketinggian 1500 mdpl. Menghabiskan waktu lebih lama untuk makan di atas  tanah.

4.    Punai Gading
Jantan: kepala abu-abu kebiruan, sisi leher, tengkuk bawah, dan garis melintang pada dada berwarna merah jambu. Dada bagian bawah jingga, perut hijau dengan bagian bawah kuning, sisi-sisi rusuk dan paha bertepi putih, penutup bagian bawah ekor coklat kemerahan. Punggung hijau, bulu penutup ekor atas perunggu. Betina: hijau, tanpa warna merah jambu, abu-abu, dan jingga seperti pada jantan. Iris merah jambu, paruh abu-abu biru dengan pangkal hijau, kaki merah. Umum  hidup di hutan pantai, hutan magrove, hutan sekunder, hutan rawa-rawa, perkebunan yang berpohon jarang, di sekitar pemukiman, tempat-tempat terbuka dan lembah sampai ketinggian 1200 mdpl.

5.    Cabai Jawa
Kepala, punggung, tunggir, dan dada burung jantan berwarna merah-padam atau agak kejinggaan, sayap dan ujung ekor hitam, perut putih keabu-abuan, dan terdapat bercak putih pada lengkung sayap. Tunggir burung betina berwarna merah, tubuh bagian atas lainnya oklat, tersapu warna merah pada bagian kepala dan mantel, tubuh bagian bawah putih buram. Endemik atau hanya diketahui hidup di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, dan Lombok. Cabai Jawa betina, Kebun Binatang Ragunan. Sering dijumpai di rumpun benalu saat memakan buahnya yang lengket.

6.    Burung Cerukcuk (Pycnonotus goiavier)
Burung pemakan buah-buahan dan serangga  yang sering juga disebut dengan Terucukan, Trocok, Crocokan atau Kutilang Dada Kuning / Yellow Vented Bulbul ini juga sangat mudah ditemukan di wilayah Bintaro. Burung ini menghuni pepohonan yang tidak terlalu tinggi. Sangat mudah dipergoki sedang bertengger menikmati buah kersen yang matang.

7.   Burung Cucak
Sebab Burung Cucak memiliki beberapa perbedaan dari pola makan dan jenis makanan. Namun kebanyakan dari Burung Cucak merupakan pemakan bijian dan serangga. Tapi tidak jarang dari Burung Cucak merupakan pemakan daun , buah-buahan atau sari dalam bunga.

8.    Punai Lengguak (Treron curvirostra)
Punai Lengguak (Treron curvirostra) adalah spesies burung pada famili Columbidae. Burung ini penetap dan tidak dilindungi oleh Indonesia. Panjangnya, 27 cm. Burung yang jantan mempunyai paruh yang berwarna kuning. Bagian bawahnya berwarna merah dan punggung dan penutup atas sayap merah-coklat (betina:hijau gelap).  Saat makan dalam kawanan besar, sering terlihat terbang berpindah-pindah pada tajuk pohon yang rendah, di hutan dataran rendah sampai ketinggian 200 mdpl.

9.    Burung Cucak Kebon
Burung Cucak Kebon berasal dari famili Pycnonotidae seperti salah satunya yaitu burung kutilang mungkin merupakan burung yang paling banyak dipelihara oleh anak-anak di Jawa, terutama yang disukai adalah burung yang masih muda atau masih kecil, sehingga dapat dijinakkan. Burung ini biasanya diberi makan buah-buahan.
 
10. Uwur Asia
Uwur Asia (Eudynamis scolopacea) adalah spesies burung dari keluarga Cuculidae, dari genus Eudynamis. Burung ini merupakan jenis burung pemakan buah-buahan, dan serangga. Tuwur Asia memiliki tubuh berukuran besar 42 cm. Jantan: Warna hitam. Betina: Warna coklat abu-abu berbintik bintik putih. Iris merah, paruh hijau pucat, kaki biru abu-abu. Pemalu lebih suka bersembunyi dalam vegetasi yang rapat. Telur berbintik kebiruan, jumlah 3 butir. Berbiak bulan Juni-Agustus, November-Maret. Penyebaran meliputi India, Cina, Asia tenggara, Semenanjung Malaysia.Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, Papua.

2.5  Jenis Burung Pemakan Nektar
Paruh burung pemakan atau penghisap nektar (madu) ini berbentuk panjang dan runcing pada ujung paruhnya. Bentuk paruh seperti itu berfungsi untuk mempermudah burung menghisap nektar. Habitat burung ini umumnya di atas pohon untuk memudahkan burung memperoleh makanannya. Serangga-serangga yang biasa dijadikan santapan ialah semut, laba-laba, ulat, kepik, belalang, dan lain-lain.
1.        Burung-Madu Kelapa
Burung-madu kelapa (Anthreptes malacensis) adalah spesies burung dari keluarga Nectariniidae, dari genus Anthreptes. Burung ini merupakan jenis burung pemakan nektar Loranthus, Musa, Hibiscus, serangga, ulat, laba-laba, buah lembu dan memiliki habitat di pekarangan terbuka, kebun kelapa, semak pantai, hutan mangrove. tersebar sampai ketinggian 1.200 m dpl.

2.        Sogok Ontong (Sun Bird)
Burung Madu atau Sunbird atau nama lokalnya Sogok Ontong  adalah burung kecil pemakan nektar bunga dan serangga kecil yg berasal dari family Nectariniidae, sebenarnya ada lagi selain Sunbird di family ini, yaitu Pijantung atau Spiderhunter, tetapi seperti judul diatas hehehe, aku akan membahas tentang Sunbird, karena apa? karena burung ini mempunyai warna bulu yang indah, berwarna warni dan mempunyai nyanyian khas burung kecil lainnya yaitu ribut berisik.

3.        Burung Kacamata Biasa (Zosterops palpebrosus)
Kacamata biasa (Zosterops palpebrosus) adalah nama sejenis burung kecil dari suku Zosteropidae, bangsa Passeriformes (burung petengger). Burung ini merupakan penetap di hutan-hutan terbuka di kawasan Asia tropis, mulai dari India ke timur hingga Cina dan Indonesia. Burung kecil yang lincah, dengan panjang tubuh (dari ujung paruh hingga ujung ekor) sekitar 10–11 cm. Sisi atas tubuh tertutup bulu-bulu kehijauan atau hijau kekuningan (hijau zaitun).

4.        Burung Madu Sriganti
Burung-madu sriganti (Nectarinia jugularis) adalah spesies burung dari keluarga Nectariniidae, dari genus Nectarinia. Burung ini merupakan jenis burung pemakan nektar Benalu, Mengkudu, Pepaya, Dadap, serangga kecil, laba-laba dan memiliki habitat di pekarangan, semak pantai, hutan mangrove. Burung-madu sriganti memiliki tubuh berukuran kecil (10 cm), mempunyai paruh lancip dan panjang, berdarah panas, dan membiak dengan cara bertelur.

5.        Kolibri Sepah Raja
Ciri khas dari burung kolibri sepah raja  (Crimson Sunbird)  adalah  warna merah dan warna hitam yang di kepalaya menjadi ciri khas dari burung ini. Burung Sepah Raja ini memakan nektar dari berbagai bunga, bahkan air gula.

BAB III

PENUTUP


3.1 Kesimpulan
Berdasarkan makalah yang telah dibuat didapatkan kesimpulan sebagai berikut:
1.      Tipe paruh yang berbeda dari masing-masing jenis burung tergantung dari jenis makanannya.
2.      Tipe paruh, bentuk kaki termasuk salah satu adaptasi morfologi yang dilakukan burung untuk menyesuaikan tempat hidup dan makanannya.
3.      Burung migrasi memiliki beberapa adaptasi pada organ pernapasannya seperti adanya pundi-pundi udara yang membantu burung pada saat terbang.
4.      Burung migrasi melakukan perpindahan tempat secara periodik dikarenakan pengaruh dari ketersediaan bahan makanan dan perubahan musim yang terjadi.
5.      Burung pemakan nektar memiliki paruh yang kecil, ramping, dan panjang runcing pada ujung paruh yang memungkinkan burung dapat mengambil nektar dalam bunga.
6.      Burung pemakan serangga memiliki paruh yang agak panjang dan sedikit runcing.
7.      Karakteristik paruh burung pemakan biji-bijian diantaranya berukuran pendek, tebal, runcing, dan tajam.

3.2 Saran
Supaya pembuatan tugas berbentuk makalah seperti ini dapat terus digiatkan, selain untuk menambah pengetahuan juga dapat menambah nilai tugas anak kuliah. Pembuatan makalah ini juga diharapkan lebih memuaskan hasilnya dapat seimbang antara nilai dan kerja kerasnya.


DAFTAR PUSTAKA



Anonim. 2011. Cabai Jawa. http://www.kutilang.or.id/2011/11/16/cabai-jawa/. Diakses tanggal 25 April 2015.
Anonim. 2011. Cucak Kutilang. http://www.kutilang.or.id/2011/11/25/cucak-kutilang/. Diakses tanggal 25 April 2015.
Anonim. 2011. Merbah Cerucuk. http://www.kutilang.or.id/2011/11/25/merbah-cerukcuk/. Diakses tanggal 25 April 2015.
Anonim. 2011. Punai Gading. http://www.kutilang.or.id/2011/08/25/punai-gading/. Diakses tanggal 25 April 2015.
Anonim. Fakta Unik Migrasi Burung. http://www.kaskus.co.id/thread/538c543ea90 7e7 f15d8b4578/20-fakta-unik-migrasi-burung
Cristidies. 2004. Penghisap Madu. http://id.wikipedia.org/wiki/Penghisap_madu. Diakses tanggal 25 April 2015.
Fauzan, Rizki. 2013. Burung Ocehan Kolibri dan Jenis Jenisnya. http://www.burungo cehan.link/2013/10/burung-ocehan-kolibri-dan-jenis-jenisnya.html. Diakses tanggal 25 April 2015.
Pratama, Restu. 2014. Daftar Spesies Burung Indonesia. http://bio.undip.ac.id/sbw/ spdaftarindo.html. Diakses tanggal 25 April 2015.
Saputro, Satria Dwi. 2013. Burung Ocehan Kolibri dan Jenis-Jenisnya. http://beritane. com /tag/burung-pemakan-serangga/. Diakses tanggal 25 April 2015.
Saputro, Satria Dwi. 2013. Walik Jambu. http://beritane.com/2013/04/07/walik-jambu/. Diakses tanggal 25 April 2015.